Pengadilan Agama Slawi Mengikuti Kegiatan Pembinaan Dirjen Badilag
Pada hari Jum’at, 7 Februari 2025 Aparatur Pengadilan Agama Slawi mulai dari Wakil Ketua Akhmad Kholil Irfan, S.Ag., S.H., M.H., para Hakim, Pejabat Struktural dan Fungsional, hingga para staf kompak hadir dalam Pembinaan oleh Direktur Jendral Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI secara daring, bertempat di Ruang Media Center Pengadilan Agama Slawi.
Dalam kegiatan tersebut sekaligus dilaksanakan acara silaturahmi Pengadilan Tinggi Agama Semarang dengan seluruh Pengadilan Agama se wilayah Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh Para Hakim Agung Dr. Imron Rosyadi, SH. MH., Drs. M. Busra, SH., MH., Dr., Drs, Abdul Manaf, SH., MH., Dr. Drs. Edi Riyadi, SH., MH., dan Dr, Drs. Purwo Susilo, SH., MH.

Dalam Kegiatan ini dijelaskan oleh para Narasumber bahwa :
Sebagai Hakim di mata hukum, seorang hakim harus : (i). Menguasai hukum acara. (ii). Menguasai hukum Materil, (iii). Mengimplementasikan putusan kamar (agama), (iv). Memahami bahwa hukum berkembang mengikuti tempos dan locos adalah khitah Nabi Muhammad SAW dalam menerapkan hukum.(iv). Perkara volunter, baik diajukan secara tersendiri maupun kumulasi harus ada peraturan perundang-undangan yang mengatur secara tekstual.
Sebagai Ulama di mata masyarakat, artinya hakim menjadi rujukan dan role model umat, oleh karena itu hakim harus :(i). memperluas cakrawala berpikirnya dengan selalu menambah ilmu pengetahuan, (ii). mempertajam dan memperhalus serta merawat suara hati nurani, sehingga memahami rasa keadilan yang diharapkan masyarakat.(iii). memelihara instink dan fitrah sebagai insan, makhluk tuhan yang diciptakan lebih sempurna dari makhluk lainnya.

Dalam acara ini Direktur Jendral Badilag Drs. Muchlis, S.H., M.H. menyampaikan 2 poin penting terkait Integritas dan Spiritual. Poin pertama tentang Pentingnya Menjaga Integritas, dimana Integritas dan Kejujuran menjadi modal utama yang harus dijaga dengan baik. Tanpa modal tersebut, pelayanan akan tergerus dan akan hilang kepercayaan publik. Poin kedua adalah tentang Pentingnya meningkatkan Kualitas Kinerja dan Ibadah.



